Bab 9 :: Cintailah Ia Dalam Diam

Lisa memilih lokasi yang pernah menjadi tempat pertama pertemuan mereka suatu masa dahulu...bukan untuk mengenang kembali kenangan indah mereka berdua, tetapi itulah tempat yang terlintas apabila disoal oleh Harris...Tiba-tiba terasa menyesal kerana bersetuju untuk berjumpa... “arghhh...mengapa pula aku mesti jumpa dia...apa perlu aku buat nanti...”getus Lisa sendirian...

Selepas perbualan dari hati ke hati dengan Hani pada malam tu,Lisa tekad untuk beri peluang pada Harris untuk menjelaskan situasinya...walau ada kerisauan di hatinya...untuk menerimanya kembali,Lisa mungkin perlu masa untuk berfikir...Penyeksaan perasaan selama lima tahun ini memang mengajarnya... kesabaran...bersyukur...menghargai...bak kata orang-orang tua pengalaman mengajar erti kehidupan...

“isshhh..mana ni..janji pukul 2.00ptg sekarang dan hampir pukul 3.00...batang hidung pun tak nampak...macam tak da perubahan je...”rungut Lisa...

“Hai..Lisa...sorry...i’m late...jem tadi...”alasan yang begitu popular untuk warga kota termasuklah Harris...

Selepas menghilangkan dahaga,Harris memulakan bicara apabila melihat kegelisahan di wajah Lisa... “Lisa, I nak minta maaf dengan you, I sebenarnya dah salah faham hubungan you dan Rizal... I betul-betul menyesal sebab buat keputusan tanpa berfikir panjang... I’m really sorry, Lisa...would you forgive me...please..?”

“Sebenarnya...apa yang you nak sekarang,Harris...kenapa mesti sekarang baru nak minta maaf...kenapa you tak pernah dengar penjelasan I,kenapa you mesti muncul sekarang...kenapa...tak cukup kah you lukakan hati I,malukan keluarga I...?”akhirnya terkeluar juga segala yang dipendam Lisa selama ini...

“Lisa,I’m really sorry...I know I bersalah...maaf kan I please...”harris cuba merayu lagi...

“Look Harris,bukan sekali dua You buat I macam ni...masa kita mula couple lagi kan..You bosan you cari I,and then you sibuk dengan kerja-kerja you...I ingat you akan berubah lepas kita tunang dan nak kahwin...tapi you masih sibuk sampai tak ada masa untuk I,dan bila I nak jelaskan salah faham tu,you langsung tak nak dengar...”Lisa cuba untuk berbicara tanpa emosi walaupun ingin saja menghambur kemarahannya...

“Lisa, please...I betul-betul menyesal sekarang...I mengaku I bersalah selalu abaikan you...I sedar I betul-betul terasa kehilangan you...I rasa kekosongan lepas you tiada...Please Lisa...forgive me..?” 

“Kalau you rasa kekosongan dan dah menyesal kenapa baru sekarang you muncul..bukan lima tahun dulu...kenapa sekarang baru you nak minta maaf...kenapa sekarang Harris..?”Lisa kecewa dengan sikap Harris...cuba ditahan dari melimpah air matanya itu...

“I...I...I sebenarnya bukan tak nak cari you tapi.....”tergagap-gagap seperti ada sesuatu yang disembunyi Harris..

“Harris,I dah lama maafkan you...tapi...I juga nak minta maaf”Lisa mengumpul kekuatan untuk meneruskan kata-katanya...

“Thanks Lisa...sebenarnya you tak da salah apa-apa dengan I,you tak payah minta maaf...”terukir senyuman di bibir Harris Zaquan apabila maaf telah diterima...

“Harris, I nak minta maaf dengan you juga...dulu I memang tunggu you,setiap saat I harap you muncul kembali dalam hidup I, I harap you call I and minta penjelasan tentang Rizal,tentang salah faham dalam hubungan kita. I tolak tawaran untuk di tranfer ke lain bahagian sebab I takut kalau suatu hari nanti you datang cari I, tapi I tiada...I tunggu you tiap saat dalam hidup I...Tapi I kecewa,I tunggu sesuatu yang tak pasti...”Lisa meluah isi hati yang terpendam selama ini...Air mata selama ini ditahan melimpah jua...Biarlah Harris tahu apa perasaannya sekarang...walaupun Lisa tahu semua ini tidak akan mengubah kembali seperti dahulu... 

“Harris,kenapa mesti sekarang baru you muncul kembali... I seperti orang bodoh selama ni...I tak tau apa yang I tunggu dari you...”

“Lisa,I minta maaf...I tak sangka you tunggu I...I betul-betul minta maaf sebab tak dengar penjelasan you sebelum ini..I menyesal sekarang ...tapi Lisa,i tu dulu kan,sekarang I dah ada kat depan you...Lisa,please...kita mulakan hubungan baru...”bagai tidak percaya bila terdengar luahan hati Lisa...fikirnya selama ini,Lisa pasti dah buang jauh-jauh dirinya...perasaan menyesalnya semakin bercambah...

“Harris,sebab tu I nak minta maaf dengan you,semua yang I cerita tu,dah jadi kenangan...semua tu dulu...sekarang tidak lagi...Harris, cukup lah I dah habiskan masa I  lima tahun tunggu you...I pekakkan telinga dengar kejian dari masyarakat, dan sekarang I nak you tau  I dah tak da apa-apa perasaan lagi...I anggap semua tu kenangan berharga dalam hidup I...kenangan yang menguatkan I hadapi masa depan...I betul-betul minta maaf..I tak dapat nak teruskan lagi hubungan kita...I harap you faham perasaan I”penjelasan Lisa kali ini benar-benar buat Harris ditimpa penyesalan yang amat...

“Lisa,tak boleh ke you bagi I peluang sekali lagi...I promise I akan hargai you...Lisa...Please...”

“I minta maaf Harris..and semua yang berlaku antara kita I dah lama maafkan you..”

“Lisa,kalau kita tidak boleh teruskan hubungan ini,boleh ke kalau kita berkawan...?”harapan terakhir Harris agar Lisa menyetujuinya...mungkin dia akan dengan cara ini dia masih boleh memenangi hati Lisa kembali...

“Untuk apa lagi kita berkawan,kalau semua ini akan mengungkit kisah lalu...perlukah I lukakan hati I lagi untuk terima you kembali...Sorry,Harris...buat masa ni I harap kita tiada apa-apa hubungan lagi...I minta maaf...I kena pergi sekarang...”Harris kecewa mendengar keputusan dari Lisa...

“Lisa,apa-apa pun thanks coz dah maafkan I...I doakan you bahagia”Harris kecewa dengan keputusan Lisa...

“Thanks to you too...”Lisa berlalu pergi dan mengharapkan keputusan yang dia buat adalah betul...Air matanya mengalir deras meninggalkan tempat yang penuh kenangan itu...Sepuluh tahun yang lalu,di situ pertemuan pertama antara dia dan Harris...indah,bahagia...namun pertemuan hari ini hanya mengundang kedukaan...terpaksa membuat keputusan yang amat perit baginya...

Lisa masih ragu-ragu dengan keputusan yang dibuatnya itu...keliru dengan perasaannya lagi... “betul ke keputusan aku buat ni...apa...betul ke aku dah penat menunggu dia...atau aku sedang membalas dendam lepas apa yang Harris buat selama ini”persoalan yang tak terjawab di hati Lisa...namun jauh di lubuk hati Lisa,dia mengharapkan keredhaan dari Ilahi,mengharapkan agar apa yang dia buat tu betul...biarlah Allah yang menentukan apa yang terbaik untuk nya...biar lah masa menentukan apa yang akan terjadi...

 “Ya Allah,tabahkan lah hati hambaMu ini...Redhailah aku dengan dugaanMu YaAllah...Kuatkanlah hati ku dan diri ku untuk lalui perjalanan dalam hidup ini...Amin...”doa Lisa dalam hatinya penuh keyakinan pada Ilahi...

Selepas menerima panggilan dari Lisa,Hani bergegas mengambil Lisa...perasaan ingin tahu membuak-buak di hatinya... “apa keputusan Lisa ye...kalau la dia trima kembali mamat tu...isshhhh...tak mungkin kot...tapi kalau dia tolak atas alasan apa ek...Lisa dilamun cinta ke...hmmm...tak kan dia tak bagitau aku...tapi sejak kebelakangan ni,Lisa selalu je termenung...hmmm..mesti ada sesuatu...”Hani berteka-teki sendirian menuju tempat yang ditunggu Lisa...

Suasana sepi menemani sepanjang perjalanan...hanya muzik sahaja yang berkumandang di radio... “Hani,jom makan...aku lapar la..”Lisa memecah kesunyian sebaik menyusuri jalan menghala ke rumah sewa mereka...

“Errr...aku rasa kita keluar lepas maghrib boleh...badan aku melekit la...tadi aku tawaf satu taman...”cadang Hani...

“yang hang p tawaf satu taman tu buat pa...ke hang dating...haaaa...”teka Lisa...cuba untuk senyum...

“ehhh...mana ada...aku sorang-sorang je kot...dah tempat tu je yang dekat dengan tempat hang dating..aku lepak la situ sambil jalan-jalan...boleh gak keluar peluh...”penjelasan Hani menceriakan keadaan yang sepi tadi...

“Lisa,hang tak mau cerita kat aku ke...? ”senyuman Lisa terhenti mendengar soalan dari Hani...

“Sorry, Hani...aku tak rasa nak bercerita lagi...mungkin sampai masanya aku cerita okay...”jelas Lisa 

“Okay dear,kalau hang perlukan seseorang pendengar setia jangan segan-segan cari aku ye...aku sahabat hang...i’ll try my best for always be with you...”walaupun tak puas hati dengan jawapan Lisa,Hani tidak akan memaksa Lisa...

“Thanks Hani...I’ll”jelas Lisa tersenyum...

Cinta Dalam Diam


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan ...


Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat sececah rasa, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba, mungkinkah dengan redha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya?


Jika benar cinta itu kerana Allah, maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah kerana hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah.


"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz-Dzariyat: 49)


"Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. "(QS. An-Nuur: 32)


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu, isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "(QS. Ar-Ruum: 21)


Tapi jika memang kelemahan masih nyata dikelopak mata maka bersabarlah ... berdoalah ... berpuasalah ...


"Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya berkahwin itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, kerana sesungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya" (Hadist)


"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. "(QS. Al-Israa ': 32)


Cukup cintai ia dalam diam ...

Bukan kerana membenci hadirnya, tapi menjaga kesuciannya..bukan kerana mengelakkan dunia, tapi meraih syurga-Nya..bukan kerana lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup.


Cukup cintai ia dari kejauhan ...


Kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cubaan. Kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan. Kerana hadirmu mungkin saja kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga.


Cukup cintai ia dengan kesederhanaan ...


Memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membawa kebahagiaan para syaitan.


Maka cintailah ia dengan keikhlasan


Kerana tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati, tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi ...?


"... Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "(QS. AlBaqarah: 216)


"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita -wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (syurga) "(QS.An-Nuur: 26)


Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan. 


Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan. Mungkin saja rasa ini ujian yang akan mereput atau membeku dengan perlahan kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan. Serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.


"Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga." (Umar bin Khattab ra.)


sumber : www.murabbi.net

LOveIsNeverUGly

At first time heard of this poem when i was watching the movie Beastly  and then i did research to finish reading the entire poem. I've read it and i think its beautiful.So i just wanna share here...



 Listen to this music to get more feeling.. XOXO
 


Having a Coke with You
 
is even more fun than going to San Sebastian, IrĂșn, Hendaye, Biarritz, Bayonne
or being sick to my stomach on the Travesera de Gracia in Barcelona
partly because in your orange shirt you look like a better happier St. Sebastian
partly because of my love for you,
partly because of your love for yoghurt
partly because of the fluorescent orange tulips around the birches
partly because of the secrecy our smiles take on before people and statuary
it is hard to believe when I’m with you that there can be anything as still
as solemn as unpleasantly definitive as statuary when right in front of it
in the warm New York 4 o’clock light we are drifting back and forth
between each other like a tree breathing through its spectacles
and the portrait show seems to have no faces in it at all, just paint
you suddenly wonder why in the world anyone ever did them

I look
at you and I would rather look at you than all the portraits in the world
except possibly for the Polish Rider occasionally and anyway it’s in the Frick
which thank heavens you haven’t gone to yet so we can go together the first time
and the fact that you move so beautifully more or less takes care of Futurism
just as at home I never think of the Nude Descending a Staircase or
at a rehearsal a single drawing of Leonardo or Michelangelo that used to wow me
and what good does all the research of the Impressionists do them
when they never got the right person to stand near the tree when the sun sank
or for that matter Marino Marini when he didn’t pick the rider as carefully
as the horse

it seems they were all cheated of some marvelous experience
which is not going to go wasted on me which is why I am telling you about it

Frank O’Hara



~~~~~~~~~~~~~******~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


LOve is never Ugly


 It's What's underneath

Bab 8 : Cintailah Ia Dalam Diam

Lisa..hang okay ke..sapa call tadi...?”gelisah Hani bila melihat kelakuan Lisa selepas mendapat panggilan sebentar tadi...

Hani gelisah melihat perubahan Lisa selepas mendapat panggilan pagi tadi...Niat mahu bertanya tadi tidak kesampaian apabila melihat wajah Lisa yang masam mencuka...di biar keadaan tenang dulu...

“Lisa,awat ni...hang ada masalah ka...? cuba cerita kat aku..mana tau kalau-kalau aku boleh tolong...”...Sepi... “Lisa,kalau hang nak kongsi apa-apa aku ada di sisi hang,hang boleh  cerita apa saja...tapi kalau aku tak dapat tolong,aku minta maaf...tapi sekurang-kurangnya mungkin boleh ringankan beban hang sikit...”sambung Hani lagi...

Lisa cuba menyusun ayat untuk menerangkan keadaan dirinya... “Hani,thank you very much...I know you’ll always be with me...tapi aku tak tau macam mana nak mulakan...”

“Hmmm...kita kan sahabat...kalau aku ada poblem pun hang mesti akan tolong aku juga kan...sama-sama kongsi...but no share husband okay...”Kata-kata terakhir Hani buat Lisa tersenyum...

“macam tu la...senang sikit aku tengok...it’s ok...take your time...lagipun hari ni kan cuti...” senang hati melihat Lisa tidak lagi muram seperti tadi...

“Hani,...hang kenal kan sepupu aku,Rizal...?”Lisa memulakan bicara... “Awat pulak tak kenal...”jawab Hani..
“bukan itu...maksud aku hubungan antara aku dengan Rizal”sambung Lisa... “kalau tak silap dulu hang pernah bagitau..hang dengan Rizal bukan setakat sepupu tapi saudara sesusu...betul kan..?”Hani menjelaskan pertanyaan Lisa...Lisa mengiakan kata-kata Hani...

“Errr....hang ingat lagi tak,Harris Zaquan...?”pertanyaan Lisa kali ini membuatkan Hani terkejut... 

“Harris Zaquan...?...mana boleh aku lupa...mamat yang buat sahabat aku kecewa yang amat sehingga menutup pintu hati untuk terima mana-mana lelaki...dah macam anti-lelaki pulak aku tengok...”panas hati Hani bila mendengar nama Harris Zaquan...

“Ooittt...statement tu macam nak tikam aku je...nampak sangat ke aku ni anti-lelaki...ishh..mana ada aku anti lelaki...Cuma....”terkelu lidah Lisa untuk meneruskan kata-katanya...

“Cuma apa...Cuma hang tak dapat nak lupakan si Harris tu...”potong Hani yang semakin beremosi... “Cik Lisa,kalau tak benar aku tak cakap...rasanya ada dua tiga orang nak berkenalan tapi hang tolak mentah-mentah...”

“Tapi kan... hang ni betul ke tak boleh lupa si Harris Zaquan tu atau hang sedang menanti seseorang...”Hani meneka...

Lisa tersentap dengan kata-kata Hani...apakah betul dia masih tak dapat lupakan Harris atau sedang menanti seseorang...keliru hatinya untuk menjelaskan perasaannya ketika itu...

“Hani,kalau hang nak tau..tadi Harris yang call aku...tapi aku tak mampu nak bercakap...lidah aku kelu...air mata aku ni tiba-tiba mengalir...macam ada satu perasaan..tapi aku tak pasti...aku macam nak marah..tapi aku macam rindu suara tu...aku tak tau nak buat apa...” Hani sabar mendengar kata-kata Lisa,walaupun hatinya mengelegak bila dapat tahu Harris itu muncul kembali...

“Dia nak jumpa aku...Hani,please tolong aku...”berderai air mata Lisa yang ditahan dari tadi...
“Hang ada cakap apa,masa dia kata nak jumpa...”soal Hani... “Aku tak dapat nak cakap apa-apa cuma... ‘sorry,wrong number’...and then aku terus end call...”jelas Lisa sambil mengelap air mata yang mengalir deras...

“Kalau aku tanya,aku harap hang jawab dengan jujur dan ikhlas ye...”Lisa mengangguk seperti mendapat arahan dari Hani...

“sebelum apa-apa,hang tarik nafas dalam-dalam,hembus dengan tenang...aku nak hang jawab dengan akal dan hati yang normal bukan emosi”sekali lagi Hani memberi arahan dan Lisa melakukannya tanpa banyak soal...

“Lisa,hang cuba selam jauh dilubuk hati,apa perasaan yang hang rasa sekarang...apakah hang betul-betul marah,benci,sayang atau rindu pada si Harris tu...”Hani mula menyoal...

Selepas menghembus nafas,Lisa cuba menjawab dengan tenang... “Hani,bohong la kalau aku cakap tak rindu kat Harris dan bertambah bohong kalau aku cakap aku tak sayang Harris...tapi selepas lima tahun tiba-tiba baru dia muncul...aku sendiri tak pasti apa perasaan aku sekarang...hang tau tak betapa seksanya hati dan perasaan aku selama lima tahun tu...dan aku tak nafikan kata-kata hang,mungkin selama ni aku tolak untuk menerima dengan mana-mana lelaki adalah sebab aku menunggu dia...selepas dia menghilangkan diri,setiap hari aku berdoa,aku harap dia muncul kembali...dengar penjelasan aku...aku akan maafkan dia...aku akan terima dia...tapi harapan aku semakin pudar bila tiada apa-apa berita dari dia...dan aku baru hampir-hampir lupakan dia...”

“Hani,mengapa mesti dia hadir kembali...aku dah betul-betul nak lupakan dia...aku dah penat menunggu dia selama ni...”sambung Lisa lagi...

Keadaan sepi...sesepi malam itu...Hani cuba mengatur kata-kata yang terbaik untuk Lisa...dalam situasi sekarang Hani perlu berfikir secara bijak kerana perasaan Lisa sudah dipengaruhi oleh emosi...bimbang juga kalau kata-katanya nanti akan mempengaruhi keputusan Lisa...

“Lisa,sekarang ni hang ada suka kat seseorang ke atau menanti seseorang tapi bukan Harris...?soalan Hani tiba-tiba itu memeranjatkan Lisa...tak termampu Lisa untuk menjawab...seperti dapat membaca perasaan Lisa tika ini Hani kembali menyambung... “aku bukan nak pandai-pandai,kalau sekarang hang ada mencintai atau meminati seseorang...aku rasa selepas apa yang terjadi,lebih baik hang bagi peluang kat diri hang untuk menerima kehadiran insan baru tu dalam hati hang...aku bukan nak suruh hang benci Harris...tapi hang mesti dah faham perangai Harris kan...”

“tapi mungkin hang perlu jumpa Harris,dengar penjelasan dia,betul ke dia dah berubah dan menyesal...kemudian hang fikir dalam-dalam,minta petunjuk dari Yang Mengetahui...kalau hang rasa masih berat lagi perasaan hang kat dia,hang pupuk la semula cinta dulu tu...tapi kalau hati hang masih ragu-ragu,hang tolak la dengan baik...jangan biar dia sakit hati...berdendam...dalam pada tu hang belajar-belajar la terima cinta dari insan lain...”sambung Hani menyakinkan pilihan Lisa...

Thanks Hani...thank you very much...”hanya itu yang termampu Lisa ucapkan bila terdengar kata-kata Hani...

Hani menarik nafas lega bila kata-katanya diterima Lisa dengan senyuman... “Lisa,aku tau hang bijak buat pilihan”

Bab 7 : Cintailah Ia Dalam Diam


Entah mengapa air matanya mengalir laju...ingatannya ligat kembali mengingati kenangan-kenangan bersama seseorang yang pernah menakluki hatinya,Harris Zaquan...namun,jodoh mereka tidak panjang,tidak sempat untuk meraikan majlis gilang gemilang...entah dimana salah Lisa, Harris berubah,membuat keputusan yang menyakitkan... 

“Lisa, I tak faham and I dah tak sabar lagi...apa sebenarnya hubungan you dengan Rizal sebenarnya...Bukan sekali dua je tau...dah berpinar mata I nampak You dengan jantan tu...” 

“Harris,berapa kali I nak bagitau,Rizal tu sepupu I..and we're so close...I tak ada apa-apa hubungan pun dengan dia..kalu you tak percaya jom kita jumpa Rizal and you boleh tanya dia sendiri...”Lisa ingin menjernihkan keadaan...

 “yaa..I know..memang you dah banyak  kali bagitau I,tapi I berbulu biji mata ni tengok you dengan dia mesra sangat...dah tak macam sepupu...bertepuk tampar...berpeluk bagai...arghhhh...menyampah betul I tengok...”Haikal masih tidak puas hati dengan penjelasan Lisa...

 But Harris ,it’s true...please listen to me first..” Lisa masih cuba menjelaskan...

Look...kalau you nak explain..I just want to know mana you pergi last Monday night...”pinta Harris

"Last Monday night..?"Ingatan Lisa kembali pada malam isnin tika dia dan Rizal bertemu...ada kekusutan di wajah Rizal..sebagai sepupu yang paling rapat Lisa rasa dia perlu berada bersama Rizal untuk menguraikan kekusutan tersebut... 

“Rizal..kenapa ni..tiba-tiba ja ajak Lisa keluar malam-malam macam ni..Rizal ada masalah ke?”..sepi.. “cuba cerita sikit mana tau kalau-kalau mungkin boleh Lisa tolong...”pujuk Lisa bila dilihatnya Rizal masih diam membisu... 

“Lisa..aku..aku...”terdengar suara Rizal yang begitu payah untuk berbicara.. “Rizal,take your time and please let me know..kalau tak macam mana Lisa nak tolong”pujuk Lisa lagi.. 

“Lisa,kau kenal kan awek aku..Diana...kami dah 2 tahun couple...aku ingat aku kenal dia...rupa-rupanya tidak...tadi baru aku tahu siapa dia sebenarnya...” Lisa sabar mendengar kata-kata Rizal..terasa amat susah untuk lelaki itu berbicara “Lisa,tadi aku terjumpa Diana...” sabarnya Lisa mendengar kata-kata yang bakal dikeluarkan oleh Rizal...

“aku terjumpa Diana baru keluar dari pub...bukan keseorangan...tapi dengan seorang mat saleh...jalan terhuyung hayang...”Rizal terhenti seketika bila seorang pelayan membawa pesanan mereka tadi... “first time aku tengok keadaan Diana macam tu...aku tak pernah tau dia memang minum air haram tu”sengaja di tekan suaranya pada air haram... 

“kemudian aku ikut Diana dengan mat saleh tu...mat saleh tu drive kereta Diana laju kot..tapi nasib baik aku pun sempat ikut juga...sampai satu simpang kereta tu belok ke arah kawasan pembinaan yang terbelengkalai... kereta tu berhenti tempat yang agak tersorok... agak lama aku perhati dari jauh...tiba-tiba terasa nak jenguk apa diorang buat...Astagfirullahal'azim...Lisa..aku tak sanggup nak teruskan...”jelas kekecewaan yang amat sangat diwajah Rizal...

“Sabar la Rizal...mungkin Allah nak tunjuk kat Rizal siapa sebenarnya Diana...tapi Rizal tak nak dengar penjelasan Diana dulu ke..mana tau kalau-kalau dia terpedaya...”pujuk Lisa... “Entah Lisa,aku dah tak tau nak buat apa sekarang...sorry la aku terdial nombor ko...aku teringat ko je masa-masa cmni...”lega sikit Lisa bila lelaki tersebut mengukir senyuman walaupun dalam kepayahan... 

“Ye la..time susah-susah cmni baru ingat Lisa kan...kalau tak...hmmm..”Lisa pura-pura merajuk... 

“hei...tak kan merajuk kot...Lisa la sahabat merangkap sepupu yang paling Rizal sayang tau...”pujuk Rizal...
“hmm..ye la tu..dah jom Lisa hantar Rizal balik...dah selekeh benar Lisa tengok...tak hensem sudah...”gurau Lisa dan mengajak Rizal balik...

Dari kejauhan kelihatan mata yang memandang tajam memerhati kemesraan antara Lisa dan Rizal...Api cemburu bertambah menguasai diri apabila terlihat aksi mersa antara Lisa dan sepupunya. Harris memandu mengikut Rizal dan Lisa... “Arghhh...sepupu konon...”marah Harris apabila melihat Lisa memimpin Rizal keluar dari kereta...tanpa disedari ,Harris memecut keretanya bila setelah puas mengitip aksi mesra Lisa menghantar Rizal pulang...hatinya bagai ditusuk sembilu tajam melihat kelakuan tunangnya bermesra dengan lelaki lain...api cemburu menguasai diri,Harris tekad dengan keputusannya tanpa berfikir panjang...

“sudah la Lisa, I dah bosan dengan penjelasan you...I tak mahu dengar apa-apa lagi dari you...” lamunan Lisa terhenti bila terdengar suara Harris... 

But Harris, please listen to me.. I dengan Rizal...”belum sempat Lisa meneruskan bicara Harris memotong kata-kata Lisa...

“kita putus...next week I hantar my parents  jumpa your's parents...and from now you’re not my fiance anymore okay...”kata putus dari Haikal tidak dijangka langsung dari Lisa...

Hanya tinggal beberapa bulan saja lagi majlis perkahwinan mereka...nasib baik kad belum diedarkan dan begitu juga tempahan-tempahan lain belum confirm lagi...Cuma barangan hantaran saja yang hampir siap dibeli... Lepas kejadian tu,Lisa tidak dapat menghubungi Harris...talian telefon telah ditamatkan perkhidmatannya...

“Ya Allah,hanya Engkau yag mengetahui apa yang terbaik untuk ku...tapi aku tidak mengerti...mengapa dia mesti hadir di saat-saat aku sudah hampir melupakan dia...Ya Allah tabahkan hatiku...kuatkan imanku..redha la aku akan dugaan-Mu...Ya Allah...”doa Lisa dalam hatinya...

Bab 6 : Cintailah Ia Dalam Diam

Bang, bagi char ketiau taknak seafood satu,minum nescafe ais satu...hang nak makan apa Hani..?”order Lisa... “Bang bagi nasi goreng USA pastu limau ais satu...terima kasih..” “oitt..Lisa..kenyang ke tak makan nasi..atau hang dah memang kekenyangan sejak petang tadi...?”usik Hani sambil menikmati hembusan bayu yang dingin malam itu...

“Takkan hang tak tau ni kan favorite aku kalau mai kedai ni...”balas Lisa sambil memerhati pelanggan-pelanggan kedai tersebut. “Ramai pulak kan malam ni..”sambung Lisa lagi...

“Itu la..nasib baik kita cepat,kalau tak mesti kena tapau la jawab nya...”Hani mengiakan kata-kata Lisa...

Dari kejauhan Iskandar terpandang susuk tubuh yang amat dikenalinya...tanpa sedari kakinya melangkah menuju ke arah tempat tersebut... “Hai cik Lisa..sorang je ke?”sapa Iskandar setelah menghampiri Lisa yang keseorangan...

“Owh..hai En.Iskandar..tak la..berdua..dengan kawan...dia pergi toilet kejap”terkejut Lisa bila di sapa oleh Iskandar... “En.Iskandar sorang je ke..buat apa kat sini..?”sambung Lisa... “I dengan kawan gak..dia parking kereta..jap gi sampai la...” “I saja je kat sini..mana tau kot-kot warung ni nak cari pekerja..I nak apply..”balas Iskandar bergurau tersengih menampakkan lesung pipit di pipinya...

“Macam ramai je kan malam ni..boleh kami duduk sini tak..?”sambung iskandar lagi.. “err..saya bukan tauke warung ni...boleh je la kalau nak duduk sini..”gurau Lisa... “hah..tu pun kawan saya...en.Iskandar,ni.......”belum sempat Lisa memperkenalkan, Iskandar lebih dahulu menyapa...matanya tidak berkelip memandang Hani penuh dengan seribu kerinduan yang terungkai...

“Hani...awak...Hanisa kan...?” Iskandar terketar menyebut nama Hani...mulutnya bergetar menahan rasa rindu...Ya Allah adakah ini bukan mimpi...Dia didepan mataku...

“Is..Iskandar...?”soal Hani kembali...Raut wajah Hani mempamerkan satu perasaan...indah yang tak dapat diungkap dengan perkataan...“Ya..saya Is...awak buat pa kat sini..err..i mean...kecil sungguh dunia ni..jumpa gak kita kat sini..”balas Iskandar... “awak sorang je ke..?”soal Hani...

“tak..saya dengan Amir...hah tu dia..”balas Iskandar sambil melambai-lambai tangan memanggil Amir...

Tersentap sekejap Lisa bila mendengar nama Amir...Adakah dia Amir itu...
“weii..Amir..”hampir menjerit Hani bila ternampak kelibat Amir menghampiri mereka... “jumpa kat sini pulak kita kan...”Iskandar memulakan perbualan. “itu la...tak sangka...rupa-rupanya dekat je kita tinggal...boleh la kerap jumpa kalau macam ni kan...”balas Hani melirik pada Lisa dengan senyuman penuh makna...

Sangkaan Lisa meleset.”Amir..kau hadir kala ku merindukan mu...kau membuaikan rasa kasihku...tapi entah mengapa...aku seakan ingin berlari jauh dari kalian semua...menangisi pertemuan yang tidak terduga ini...Amir..mampukah ku bertahan sehingga selesai drama ini...hatiku tersangat kecil”.Lisa menunduk muka ketanah..menguis kertas kecil di bawah meja..hatinya kini runsing..arjunanya di depan mata...

“Ya Alalh..kuatkan dan tabahkanlah hati hambamu ini”.Berdoa Lisa dalam hati...

Pertemuan tak disangka pada malam itu bakal mengubah episod dalam hidup Lisa...tanpa terduga hatinya berdebar makin rancak...tapi persoalan yang berlegar difikirannya masih belum terjawab...perbualan sehingga larut malam tiada pula menyentuh pasal Amir dan kedai pengantin itu...kenapa tiada pula Hani bertanya hal itu...selalu dia yang bersemangat nak tau pasal gossip-gossip ni...

“Nasib baik hari ini cuti...sembang sampai tak ingat semalam...”Hani memecah keheningan pagi minggu itu... “Hang la,aku dah ajak balik tapi dok start cerita macam-macam..”balas Lisa...

“Mana ada...sembang biasa-biasa je kot...lagipun lama tak jumpa kan...last jumpa pun masa reunion hari tu..itu pun sembang kejap je..”Hani tau salah dia tapi tidak mahu mengaku...kebetulan yang amat mengembirakan hatinya...

“Tapi kan Lisa,aku terlupa pulak nak tanya Amir sesuatu”sambung Hani lagi.. “uitt...aku rasa macam dah buka semua cerita sampaikan gossip panas ka..suam-suam kuku ka..semua hang cerita...takkan ada yang tertinggal kot..?”perli Lisa...

“wei..agak-agak la kan...mana aku ada gossip-gossip...tapi ni serius la..aku terlupa nak tanya Amir...”

“aku lupa nak tanya Amir...siapakah permaisuri hati dia...tunang diam-diam...tak bagitau kawan-kawan pun” kali ini kata-kata Hani buat Lisa terpaku...sememangnya itu yang ingin juga Lisa mahu tahu... “Hani...kenapa la hang boleh terlupa bab paling penting ni”keluh Lisa dalam hatinya...

Deringan rest of my life dari handphone Lisa menghentikan perbualannya dengan Hani.... private number tertera di skrin handphone Lisa... “siapa la yang guna private number ni...”bisik Lisa “Hello

Hello..Lisa...It’s me...Harris...did you remember me...”....sepi...tiada jawapan... “Hello Lisa..I know you there...please anwser me...”...bergenang air mata mendengar suara yang pernah dirinduinya suatu masa dulu... “Lisa..please...please say something...Lisa...please...i really miss you...boleh kita jumpa...Lisa..hello..Lisa..”

Sorry..wrong number”Lisa mematikan talian dan berlalu ke biliknya tanpa sepatah kata...Hani hanya memerhati dari jauh gelagat Lisa dari dapur... “apa kena pulak la Lisa ni..”

Bab 5 :: Cintailah Ia Dalam Diam

Masuk hari ini sudah tiga hari Amir tidak datang pejabat,katanya tidak sihat...Iskandar faham keadaan Amir ketika itu...Namun,sehingga saat itu,Amir masih belum menceritakan apa-apa tentang kejadian sebenar petang itu...apakah yang terjadi..sehinggakan air mata mu tumpah..untuk insan yang bernama Puteri...

“Tak boleh jadi kalau terus macam ni,mesti ada sesuatu yang tak kena ni...lantak lah hang Amir,petang ni kalau hang tak mau cerita aku sendiri akan paksa hang cerita...”Iskandar bicara sendirian...

“Encik Iskandar, Cik Lisa dari syarikat Cassia In-Design dah sampai” bunyi Intercom dari pekerjanya memecah lamunan saat itu...

“okay...Jemput dia masuk”balas Iskandar...Perbincangan mereka petang itu masih belum memperoleh keputusan...Iskandar perlu juga mendapat persetujuan dari Amir...Tetapi Amir masih lagi memerlukan masa...kekuatannya belum cukup untuk memulakan tugas...

“Untuk membalas budi cik Lisa petang tu, boleh tak kalau saya belanja minum petang...” pelawa Iskandar... “oh..maafkan saya,kejap lagi kawan saya sampai...mungkin lain kali ye...”Lisa menolak lembut pelawaan Iskandar...Memang betul jangkaan Iskandar pelawaannya akan ditolak...tiba-tiba terdengar ringtone Rest of my life nyanyian Maher Zain dari telefon bimbit Lisa berdering...

“Maafkan saya ye...”Lisa minta izin dan menjawab talian tersebut “Wa’alaikumussalam..hah..Hani...kat mana sekarang..aku dah siap...apa...ye lah...jangan lambat...aku tunggu kat tempat tadi...ok..”Iskandar hanya memasang telinga dan jantung berdegup kencang bila nama ‘Hani’ disebut.... “Apakah orang yang sama atau hanya sekadar nama je yang sama...”bisik hati Iskandar...

“So..macam mana...kawan you lambat ke...kalau macam tu biar I teman sampai dia sampai...boleh...?”Iskandar cuba memancing lagi... “hmmm...ok..saya ikut je...orang nak belanja kan...tapi dekat-dekat sini je la ye...saya dah janji dengan kawan nak tunggu kat sini tadi” Iskandar tersenyum pelawaannya dituruti...“okay..kat bawah ni ada cafe...boleh minum-minum sementara tunggu kawan you...”

“Minum je...”gurau Lisa.... “Ishhh...apa plak minum je..kalau you nak makan order je..you punya hal...I tak kisah...”balas Iskandar sambil mengajak Lisa ke kafe di bawah pejabatnya...

“cantik juga Lisa tu...bukan setakat cantik je...lemah lembut...cakap pun sopan je...senyuman dia...perghhh....cair... kalau la hati aku ni tak terpikat kat seseorang mungkin aku pikat je Lisa ni...”Iskandar berbicara sendirian dalam perjalanan pulang... “tapi kenapa kawan dia macam pernah aku nampak...nama pun sama...adakah orang yang sama...ishhh...pasai pa la Amir call tadi,kalau boleh pergi hantar sampai kereta...boleh la aku tau sapa kawan dia tu...kacau line betul”...Isakandar meninggalkan persoalan yang belum bernoktah itu...

"Siapa mamat tadi..?”tanya Hani sebaik sahaja melewati tempat Lisa menunggu... “Siapa..? yang teman aku tadi ke?”tanya Lisa kembali..

“ya la...hang ni pasai pa plak...takkan dah rindu kot baru tadi ja jumpa...”gurau Hani.. “Eh...mana ada..tu klien aku la...lepas dia tau hang mai lambat,dia ajak aku p minum dulu...ingat nak kenalkan kat hang tapi tetiba ja phone dia bunyi...so lain kali la aku introduce kat hang ya...”terang Lisa sambil matanya melirik ke arah Hani...

“Ehhh...nak buat pa pekenal kat aku pulak..aku bukannya ada urusan apa dengan dia...tok sah dok nak ngarut ya...”jelas Hani... “Mana tau la kan...kot-kot nanti sekali pandang terus berkenan kan...apa orang cakap...hmmm...love at first sight...gitu...”usikan Lisa menjadi-jadi bila wajah Hani kemerahan menahan malu dan geram...Lisa ketawa kecil .Seronok dia mengusik kawannya itu...

“huh..malas aku nak layan hang...aku rasa baik hang cari kat hang dulu..baru pekenal kat aku...”balas Hani geram... Lisa terdiam...sepi...tiba-tiba perasaannya teringatkan seseorang...seseorang yang tiada kepastian...hatinya berdegup apabila samar-samar wajah itu muncul “agak-agak apa yang sedang dia buat ya..apakah sedang bahagiakah dia sekarang...?”

“Hei cik Lisa...jauh betul hang terbang ya...sorry la kalau aku cakap tadi hang terasa...aku tak maksudkan apa-apa pun...”suara kasar Hani mengejutkan Lisa dari lamunannya...

"Eh..tak da apa-apa lah...aku tak terasa apa pun...hang kan memang suka cakap lepas ja kan..lagipun..terkadang aku terfikir siapakah arjuna yang akan menjadi raja hati....”.Lisa seakan merenung hatinya....bilakah dia akan tiba...

"hang kata apa..?arjuna..? sapa arjuna...?"soal Hani kembali kerana sibuk menumpukan perhatian pemanduannya...

“Errr....tak da apa-apa la...ni hah..aku sebenarnya dok fikir pasal design ni...macam-macam pulak nak ubah...budget sikit tapi nak macam-macam...”sambung Lisa lagi cepat-cepat mengubah rasa sentimental tadi...

“Hang ni kan Lisa,sudah-sudah la...jangan dok fikir sangat pasal kerja..sekarang dah habis waktu kerja...jom la ni kita fikir nak masak pa malam ni...”Hani mengubah tajuk perbualan apabila hampir tiba di rumah sewa mereka... “aku macam malas la nak masak malam ni...jom kita bungkus je la...nasi goreng kat gerai hujung simpang tu kat favourite hang...”jawapan Lisa membuatkan Hani ingin memandu ke gerai yang dikatakan oleh Lisa...

“nak bungkus wat pa...kita balik dulu,mandi bagi segar sikit lepas maghrib kita pi makan la..kalu beli bungkus nanti nak kena basuh pinggan lagi...amacam ok tak plan aku..?”...cadang Hani... “ok juga,lagipun badan pun dah melekit,bau hang pun dah semerbak...badan segar baru sedap sikit nak makan...”gurau Lisa mengiakan cadangan Hani...Dan ketawa mereka berderai bersama.